BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Posisi
Tidur Tubuh Pasien
1.
Posisi Fowler
a. Pengertian
Posisi fowler adalah
posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat tidur lebih
tinggi atau dinaikkan setinggi 45°-60° tanpa fleksi lutut (posisi kaki lurus).
Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi
pernafasan pasien.
b. Tujuan
1. Mengurangi komplikasi akibat
immobilisasi
2. Meningkatkan rasa nyaman
3. Meningkatkan dorongan pada
diafragma sehingga meningkatnya ekspansi dada dan ventilasi paru
4. Mengurangi kemungkinan tekanan
pada tubuh akibat posisi yang menetap
5. Membantu melancarkan keluarnya cairan.
6. Mengurangi sesak nafas
c. Indikasi
1. Pada pasien yang mengalami gangguan
pernapasan
2. Pada pasien yang mengalami imobilisasi
d. Kontra indikasi
1. Fraktur tulang pelvis, post operasi abdoment.
2. Faktur tulang belakang (vetebra lumbalis).
2.
Supinasi
Posisi telentang dengan pasien
menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang
baik.
b. Tujuan
1. Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi
penyembuhan terutama pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi
tertentu.
2. Agar menjadi lebih rilek
3. Mencegah kontroktur otot abdomen
4. Memudahkan pemeriksaan denyut nadi.
c. Indikasi
1. Pasien dengan tindakan post anestesi
atau penbedahan tertentu.
2. Pasien dengan kondisi sangat lemah
atau koma.
3. Di lakukan pada ibu hamil muda
4. Dilakukan pada waktu pre dan post
operasi
d. Kontra
Indikasi
1.Pada klien dengan sesak nafas
2. Pada klien dengan fraktur lumbal
3. Posisi Terdelenberg
a. Pengertian
Pada posisi ini
pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada
bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.
b. Tujuan
1. Melancarkan peredaran darah ke otak
2. memudahkan jalannya pembedahan pada
bagian perut
3. memudahkan untuk mengalirkan sekresi
dari paru indikasi
c. Indikasi
1. Pasien dengan pembedahan pada daerah
perut
2. Pasien shock
3. Pasien hipotensi.
d. Kontra
Indikasi
Pada klien yang mempunyai potensi
peningkatan tekanan cranial.
4. Posisi Pronasi
a. Pengertian
Pasien tidur dalam posisi telungkup
Berbaring dengan wajah menghadap ke bantal.
b. Tujuan
1. Memberikan ekstensi maksimal pada sendi lutut dan pinggang
2. Mencegah fleksi dan
kontraktur pada pinggang dan lutut.
3. Untuk kenyamanan pada waktu istirahat atau tidur.
4. Untuk menukar posisi guna mengurangi tekanan kulit.
5. Untuk menjaga adanya kontra fleksi telapak kaki.
6. Pada klien tidak sadar dapat memudahkan pengeringan lendir
dari mulut.
7. Mencegah hipereaksi tulang belakang.
c. Indikasi
1. Pasien yang
menjalani bedah mulut dan kerongkongan
2. Pasien
dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung
d. Kontraindikasi
1. Tidak disarankan untuk orang yang bermasalah pada daerah
servikal atau
lumbal tulang belakang.
2. Untuk klien dengan masalah jantung dan pernafasan, karena
akan menyebabkan
mati lemas, dan pembatasan perluasan
dada.
5. Posisi Lateral (miring).
a. Pengertian
Posisi miring dimana pasien
bersandar kesamping dengan sebagian besar berat tubuh berada pada pinggul dan
bahu.
b. Tujuan
1. Mempertahankan body aligement
2. Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
3. Meningkankan rasa nyaman
4. Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh
akibat posisi
yang menetap.
5. Untuk memperlancar peredaran darah
ke otak.
6. Memudahkan jalannya pembedahan pada posisi perut.
7. Untuk kenyamanan pada waktu istirahat atau tidur.
8. Untuk mengurangi tekanan kulit, kepala belakang, skapula,
socrum, tumit.
c.
Indikasi
1. Pasien yang ingin
beristirahat
2. Pasien yang ingin tidur
3. Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi
lama
4. Penderita yang mengalami kelemahan
dan pasca operasi.
5. Pada klien yang mengalami shock.
6. Pada klien yang mengalami pembedahan
daerah perut.
7. Dilakukan pada klien yang sedang
dilakukan pemeriksaan rectum dan
pemberian obat-obatan melalui anus.
8. Mendengarkan nada tinggi dari murmur (BJ III) atau bunyi
tambahan yaiti dengan posisi lateral kiri.
d. Kontraindikasi
Pada klien yang mengalami gangguan
pernapasan
6. Posisi Sim’s
a. Pengertian
Posisi sim adalah posisi miring
kekanan atau miring kekiri. Posisi ini
dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria).
Berat badan terletak pada tulang illium, humerus dan klavikula.
b. Tujuan
1. Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan
mencegah aspirasi
2. Mengurangi penekanan pada tulang
secrum dan trochanter mayor otot
pinggang
3. Memasukkan obat supositoria
4. Mencegah dekubitus
c. Indikasi
1. Pasien dengan pemeriksaan dan
pengobatan daerah perineal
2. Pasien yang tidak sadarkan diri
3. Pasien paralisis
4. Pasien yang akan dienema
5. Untuk tidur pada wanita hamil.
6. Klien yang tidak mampu mengeluarkan sputum dari mulut.
7. Pada klien yang mempunyai secret yang
banyak agar tidak masuk ke paru-
paru.
8. Untuk pemeriksaan vagina atau
rectum.
9. Dilakukan pada pasien yang tidak
sadar untuk mempemudahkan jalan masuk
air dari mulut klien.
10. Pada ibu hamil atau punya tumor perut.
d. Kontra indikasi
Klien dengan kelainan sendi pada
lutut dan panggul.
7. Posisi
Dorsal Recumben

a. Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring
telentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat
tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa serta pada proses
persalinan.
b. Tujuan
1. Meningkatkan kenyamanan pasien,
terutama dengan ketegangan punggung
belakang.
2. Agar klien merasa lebih nyaman.
3. Untuk mengurangi gangguan nyeri hebat.
c. Indikasi
1. Pasien dengan pemeriksaan pada
bagian pelvic, vagina dan anus
2. Pasien dengan ketegangan punggung
belakang.
3. Dilakukan pada ibu hamil.
4. Dilakukan pada waktu melakukan vulva
hygine
d. Kontra
Indikasi
Dilakukan pada klien yang artritis
karena terbatas untuk menekuk lutut dan panggul.
8. Posisi Lithotomi

a. Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring
telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut.
Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan
memasang alat kontrasepsi.
b. Tujuan
1. Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misal vagina
taucher, pemeriksaan rektum, dan sistoscopy
2. Memudahkan pelaksanaan proses persalinan, operasi ambeien,
pemasangan alat intra uterine devices (IUD), dan lain-lain.
3. Memudahkan masuknya speculum vagina.
c. Indikasi
1. Pada pemeriksaan genekologis
2. Untuk menegakkan diagnosa atau memberikan pengobatan
terhadap penyakit
pada uretra, rektum, vagina dan kandung kemih.
3. Dilakukan pada klien untuk
pemeriksaan kandung kemih.
4. Dilakukan pada pemeriksaan
girekologi.
d. Kontraindikasi
Pada klien dengan antritis berat.
9.
Posisi Genu pectrocal
a. Pengertian
Pada posisi ini pasien menungging
dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur.
Posisi ini dilakukan untuk memeriksa daerah rektum dan sigmoid.
b. Tujuan
Memudahkan
pemeriksaan daerah rektum, sigmoid, dan vagina.
c. Indikasi
1. Pasien hemorrhoid
2. Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan
vagina.
10. Posisi
orthopenea
a.
Pengertian
Posisi pasien duduk dengan
menyandarkan kepala pada penampang yang sejajar dada, seperti pada meja.
b. Tujuan
Memudahkan ekspansi paru untuk
pasien dengan kesulitan bernafas
yang ekstrim dan tidak bisa tidur terlentang atau posisi
kepala hanya bisa pada elevasi sedang.
c. Indikasi
Pasien dengan sesak berat dan tidak
bisa tidur terlentang.
DAFTAR PUSTAKA
http://jabbarbtj.blogspot.com/2012/04/macam-macam-posisi-pasien-di-tempat.html
a. Pengertian
Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau miring kekiri. Posisi ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Berat badan terletak pada tulang illium, humerus dan klavikula.
b. Tujuan
a. Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa serta pada proses persalinan.
b. Tujuan
a. Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.
b. Tujuan
1. Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misal vagina
a. Pengertian
Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa daerah rektum dan sigmoid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar