Sabtu, 09 Mei 2015

Posisi Tidur Tubuh Pasien

BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Posisi Tidur Tubuh Pasien
1.     Posisi Fowler
a. Pengertian                                                                                                               
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 45°-60° tanpa fleksi lutut (posisi kaki lurus). Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernafasan pasien.

b. Tujuan
1. Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
2. Meningkatkan rasa nyaman
3. Meningkatkan dorongan pada diafragma sehingga meningkatnya ekspansi dada dan ventilasi paru
4. Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh akibat posisi yang menetap
* 5. Membantu melancarkan keluarnya cairan.
* 6. Mengurangi sesak nafas

c. Indikasi
1. Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan
2. Pada pasien yang mengalami imobilisasi
     
d. Kontra indikasi
1. Fraktur tulang pelvis, post operasi abdoment.
2. Faktur tulang belakang (vetebra lumbalis).

      2.      Supinasi
 

a. Pengertian
Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.

b. Tujuan
1. Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi penyembuhan terutama pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.
2. Agar menjadi lebih rilek
3. Mencegah kontroktur otot  abdomen
4. Memudahkan pemeriksaan denyut nadi.

c. Indikasi
1. Pasien dengan tindakan post anestesi atau penbedahan tertentu.
2. Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma.
3. Di lakukan pada ibu hamil muda
4. Dilakukan pada waktu pre dan post operasi

d. Kontra Indikasi
1.Pada klien dengan sesak nafas
2. Pada klien dengan fraktur lumbal

       3. Posisi Terdelenberg


a. Pengertian
    Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.

b. Tujuan
1. Melancarkan peredaran darah ke otak
2. memudahkan jalannya pembedahan pada bagian perut
3. memudahkan untuk mengalirkan sekresi dari paru indikasi

c. Indikasi
1. Pasien dengan pembedahan pada daerah perut
2. Pasien shock
3. Pasien hipotensi. 

d. Kontra Indikasi
*      Pada klien yang mempunyai potensi peningkatan tekanan cranial.

       4. Posisi Pronasi

a. Pengertian
Pasien tidur dalam posisi telungkup Berbaring dengan wajah menghadap ke bantal.

b. Tujuan
    1.  Memberikan ekstensi  maksimal pada sendi lutut dan pinggang
    2.  Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut.
* 3. Untuk kenyamanan pada waktu istirahat atau tidur.
* 4. Untuk menukar posisi guna mengurangi tekanan kulit.
* 5. Untuk menjaga adanya kontra fleksi telapak kaki.
* 6. Pada klien tidak sadar dapat memudahkan pengeringan lendir dari mulut.
* 7. Mencegah hipereaksi tulang belakang.
    
     c. Indikasi
1. Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan
2. Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung

d. Kontraindikasi
* 1. Tidak disarankan untuk orang yang bermasalah pada daerah servikal atau       
          lumbal tulang belakang.
* 2. Untuk klien dengan masalah jantung dan pernafasan, karena akan menyebabkan
         mati lemas, dan pembatasan perluasan dada.

5. Posisi Lateral (miring).


a. Pengertian
Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar berat tubuh berada pada pinggul dan bahu.

     b. Tujuan
1.  Mempertahankan body aligement
     2.  Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
3Meningkankan rasa nyaman
4Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat posisi   
     yang menetap.
* 5.  Untuk memperlancar peredaran darah ke otak.
* 6. Memudahkan jalannya pembedahan pada posisi perut.
* 7. Untuk kenyamanan pada waktu istirahat atau tidur.
* 8. Untuk mengurangi tekanan kulit, kepala belakang, skapula, socrum, tumit.

     c. Indikasi
1.  Pasien yang ingin beristirahat
2Pasien yang ingin tidur
     3Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi lama
4Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi.
* 5.  Pada klien yang mengalami shock.
* 6.  Pada klien yang mengalami pembedahan daerah perut.
* 7. Dilakukan pada klien yang sedang dilakukan pemeriksaan rectum dan
         pemberian obat-obatan melalui anus.
*      8.  Mendengarkan nada tinggi dari murmur (BJ III) atau bunyi tambahan yaiti dengan posisi lateral kiri.
*       
d. Kontraindikasi     
*      Pada klien yang mengalami gangguan pernapasan
*       

6. Posisi Sim’s


a.
 Pengertian
    Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau miring kekiri. Posisi   ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Berat badan terletak pada tulang illium, humerus dan klavikula.

b. Tujuan

      1.  Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi
      2Mengurangi penekanan pada tulang secrum dan trochanter mayor otot
           pinggang
      3.  Memasukkan obat supositoria
      4.  Mencegah dekubitus

c. Indikasi

1.  Pasien dengan pemeriksaan dan pengobatan daerah perineal
2.  Pasien yang tidak sadarkan diri
3.  Pasien paralisis
4.  Pasien yang akan dienema
5.  Untuk tidur pada wanita hamil.
* 6.  Klien yang tidak mampu mengeluarkan sputum dari mulut.
* 7.  Pada klien yang mempunyai secret yang banyak agar tidak masuk ke paru-
          paru.
* 8.  Untuk pemeriksaan vagina atau rectum.
* 9.  Dilakukan pada pasien yang tidak sadar untuk mempemudahkan jalan masuk
          air dari mulut klien.
* 10. Pada ibu hamil atau punya tumor perut.

d. Kontra indikasi
*   Klien dengan kelainan sendi pada lutut dan panggul.

7. Posisi Dorsal Recumben


a. Pengertian
    Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa serta pada proses persalinan.

b. Tujuan
1. Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan punggung
    belakang.
2. Agar klien merasa lebih nyaman.
3. Untuk mengurangi gangguan nyeri hebat.
c. Indikasi
1. Pasien dengan pemeriksaan pada bagian pelvic, vagina dan anus
2. Pasien dengan ketegangan punggung belakang.
3. Dilakukan pada ibu hamil.
4. Dilakukan pada waktu melakukan vulva hygine

d. Kontra Indikasi                                                                            
Dilakukan pada klien yang artritis karena terbatas untuk menekuk lutut dan panggul.

8. Posisi Lithotomi


a. Pengertian
    Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.

b. Tujuan
1.  Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misal vagina
      taucher, pemeriksaan rektum, dan sistoscopy
2.  Memudahkan pelaksanaan proses persalinan, operasi ambeien,
     pemasangan alat intra uterine devices (IUD), dan lain-lain.
* 3.  Memudahkan masuknya speculum vagina.

                       
c. Indikasi

1. Pada pemeriksaan genekologis
2. Untuk menegakkan diagnosa atau memberikan pengobatan
    terhadap penyakit pada uretra, rektum, vagina dan kandung kemih.
* 3.  Dilakukan pada klien untuk pemeriksaan kandung kemih.
* 4.  Dilakukan pada pemeriksaan girekologi.

d. Kontraindikasi
*                   Pada klien dengan antritis berat.

9.  Posisi Genu pectrocal


a. P
engertian
    Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa daerah rektum dan sigmoid.

b. Tujuan
    Memudahkan pemeriksaan daerah rektum, sigmoid, dan vagina.

c. Indikasi
1. Pasien hemorrhoid
2. Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan vagina.

10. Posisi orthopenea


a.  Pengertian
Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang sejajar dada, seperti pada meja.

b. Tujuan
Memudahkan ekspansi paru untuk pasien dengan kesulitan bernafas
yang ekstrim dan tidak bisa tidur terlentang atau posisi kepala hanya bisa pada elevasi sedang.

c. Indikasi
    Pasien dengan sesak berat dan tidak bisa tidur terlentang.


DAFTAR PUSTAKA

http://jabbarbtj.blogspot.com/2012/04/macam-macam-posisi-pasien-di-tempat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar